Gallery

Malu tak bertempat

Bila tidak ada lagi sifat malu, semua boleh terjadi.

mi horizon

Banyak soalan boleh terjawab dengan malu. Bukan malu tersipu-pilu seperti anak dara.Bukan itu.

Ini malu sejati yang sebahagian dari iman. Malu yang bertempat.

Banyak malu yang tidak bertempat. Ibarat pepatah Melayu “Malu bertanya sesat jalan”.

Malu atau حياء (Hayaa’) dalam bahasa Arab adalah malu yang bertempat.

Sabda Rasulullah s.a.w berkenaan malu

“Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman.” (Shahih Muslim No.50)

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”(HR. Ibnu Majah)

“Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan.” – (Shahih Muslim No.53)

“Sesungguhnya sebahagian ajaran yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: ‘Bila kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.” – (HR Bukhari)

Pendeknya erti malu ialah malu dari engkar kepada perintah Allah, malu dari melakukan maksiat , malu dari perbuatan dan tabiat buruk , malu berakhlak jahat dan malu ke tempat maksiat dan tidak…

View original post 176 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s